Banyak hal ternyata yang dapat kita pelajari dari anak-anak, balita sekalipun. Tadi pagi cukup unik tidak seperti biasanya anakku Ibrahim [dipanggil "Ibra" atau "Baim"] menyeret-nyeret tas kerjaku ketika aku sedang duduk memasang sepatu di depan pintu menjelang berangkat kerja.

“pa… pa…, tas pa pa nyiii…h” serunya agak terbata karena isinya cukup berat untuk anak sebaya Ibra. Dia tidak hanya membawakannya tetapi langsung menyarungkan talinya ke leherku.

“dah, tas pa pa dah…., pa ‘ja ya?” tanyanya.

Terus mengambilkan sikat dan semir sepatu. “atu.., pa pa tor tuh…., lap… lap….” Ibra pun, menggosok-gosokan sikatnya. Lucu deh…!

ibra.jpg“Makasih ya” kataku. Dia mengangguk. Kemudian ku gendong dan mendaratkan dua ciuman di kanan kiri pipinya. “Salim………” pintanya setelah ku lepas dari gendongan. Aku pun memberikan tanganku dan Ibra menciumnya.

“Da…da……..Ibra Papa kerja ya!” begitu aku mau beranjak pergi, dia menarik jaketku sambil berkata, “jajan pa pa… ja…. jan……!” tarikannya semakin kuat. Ini juga tidak seperti biasanya karena “jatah” jajan Ibra sudah diberikan ke mamanya.

Kemudian kami pun bergandengan menuju warung, untuk sepotong es krim stik dengan rasa coklat stroberi. Balik dari warung – Ibra baru membalas lambaian tanganku dan merelakanku berangkat memenuhi tanggung jawab sebagai bapak dari 2 anak – suami dari 1 isteri. Ibrapun menabrak mamanya minta digendong.

== the lesson is: Service First, the payment later! [ah... ada-ada saja!]