Alkisah tersebutlah Si Suto yang di kampungnya dikenal sebagai orang yang paling puuuelllit bin kikir alias medit. Tapi anehnya dia selalu bangga dengan dirinya, dia selalu berdalil untuk pembenaran dirinya, seperti : ‘kata orang kan tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah, makanya gw ga pernah ngasih orang rokok, karena kalo gw ngasih pasti tangan gw yang dibawah dan tangan orang yang minta rokok gw ada diatas kan?’ (wadalah) dasar orang pelit.

Suatu hari orang-orang sekampung heboh berteriak-teriak, “oe..si Suto kecebur sungai dan terseret arus, ayo bantuin dia ga bisa berenang!!!”, ternyata walaupun dia dikenal kikir tetapi ternyata aroma kegotong royongan warga kampung tetep tinggi untuk menolong orang yang butuh bantuan, tanpa melihat orang tersebut: pemurah, baik, kikir, malas, sombong atau yang lainnya. (sifat seperti ini masih bisakah kita jumpai di kota Jakarta yang ganas ini? alhamdulillah masih!)

Kemudian orang-orang berteriak kepada Suto : ‘Ayo Suto berikan tanganmu, tanganmu pada kami, supaya kami bisa menarik kamu keluar dari arus sungai’

Suto : ‘Apa? aku harus memberikan tanganku pada kalian? enak aja!”

Astaga!! dasar orang pelit! Suto….Suto…memberikan sesuatu demi kepentingan dirinya saja kok gak mau, bener-bener keterlaluan (mudah-mudahan ini hanya cerita, dan tidak ada orang seperti ini didunia nyata! Waduh aku yang nulis aja jadi ikut jadi sebel dan gemes!!)

Tapi untungnya orang-orang kampung ini tidak ada rasa dendam, kesel, sebel atau gemes pada si Sutoini, mereka tetep berusaha untuk menolong si Suto agar tidak tenggelam terseret arus sungai.

Kemudian mereka beunding sebentar…………

Tidak lama kemudian orang-orang berteriak : ‘Suto, ambil tangan kami……..’

Suto (dalam hati) : ‘Hah! gw suruh ngambil tangan mereka? nah ini baru namanya menolong….

Akhirnya selamatlah si Suto yang pelit tapi bego!!!!!!!!

Semoga bisa jadi inspirasi ( Mamaendang seorang istri biasa)

Iklan